Hosea dan Kisah Cintanya.
Hosea hidup sekitar
750 tahun sebelum kelahiran Yesus, Dia dikenal sekarang sebagai minor
prophet. Dia memiliki pekerjaan sebagai nabi yang bernubuat untuk
bangsa Israel. Tema sentral dari nubuatan hamba Tuhan muda ini adalah – Israel,
berbaliklah pada Tuhan-. Hosea memiliki kebiasaan melakukan tugasnya ditempat
keramaian, yaitu di pasar sentral dimana segala macam dagangan dijajakan
disana. Ada pedagang sayur mayur, bersebelahan dengan pedagang ikan tangkapan
yang segar. Para penjual roti dan daging juga disana. Tetapi di ujung pasar itu
ada yang namanya meat market, atau pasar daging, tetapi
bukan daging domba atau ayam, tetapi sebenarnya adalah pelacuran yang secara
terang2 an menjajakan diri untuk para lelaki hidung belang. Dalam perjalanan ke
pasar, Hosea sering melalui para pelacur yang menjajakan diri. Pada suatu hari
matanya tertuju pada Gomer, salah satu dari wanita2 itu. Hampir setiap hari
Hosea ketika melewati area tersebut tidak lupa memperhatikan wanita yang satu
ini.
Timbul di hati Hosea, bukan sekedar untuk menikmati kebersamaan
dengan Gomer beberapa saat saja, tetapi ada keinginan dihatinya untuk
mengentaskan Gomer dari dunia hitam, dan menjadikan dia sebagai wanita baik
baik. Ketika pada suatu hari Tuhan berkata agar dia menikahi wanita tersebut,
Hosea tanpa membantah dan berpikir panjang, tanpa keberatan, dia berkata, Ya
Tuhan. Kemudian Hosea mengajak wanita itu keluar dari lingkungannya dan menikahinya.
Pikirnya, Gomer akan dijadikannya menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga
yang baik baik.
Beberapa saat kemudian, Gomer mengandung anak Hosea dan
melahirkan seorang anak laki laki yang dinamakan Yisreel. Hosea bersuka cita.
Hosea sangat mengasihi Gomer dan Yisreel dengan sepenuh hati. Namun pekerjaan
Hosea, sebagai hamba Tuhan mengharuskan dia untuk bepergian untuk waktu yang
cukup lama. Tidak berapa lama setelah Yisreel disapih, Gomer mulai menunjukkan
tanda tanda bahwa dia mengandung lagi. Hosea mulai berpikir dan mempertanyakan
didalam hatinya mengenai kehamilan istri tercintanya. Tetapi karena kasih,
Hosea tidak pernah mempertanyakan, dan akhirnya lahir seorang putri yang oleh
Tuhan diberi nama Lo-Ruhama yang berarti aku tidak mengasihi. Hosea menerima
puteri yang dia ragukan ini sebagai anak kandungnya, dan diberi kasihnya sama
dengan Yisreel. Selang beberapa lama setelah Lo Ruhama lahir, Gomer mengandung
lagi dan melahirkan seorang putra. Kali ini Hosea yakin bahwa putra ketiganya
bukanlah keturunannya. Ada rumor beredar, bahwa ketika Hosea bepergian untuk
pelayanan, rumahnya sering kedatangan pria pria yang berbeda beda. Yisreel juga
bercerita bahwa ada seorang pria yang sangat sering menginap dirumah mereka.
Putera ketiga dinamakan oleh Tuhan Lo-Ami, yang artinya bukan milikku.
Kemarahan Hosea meluap ketika pada suatu hari Hosea pulang dari
perjalanan yang cukup melelahkan, mendapati Yisreel sedang mengasuh kedua
adiknya. Ibu mereka sudah tidak dapat ditemui di rumahnya. Ada sebuah surat
yang ditemukan Hosea, yang berkata selamat tinggal.
Hosea 2 :5Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang
mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau
mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain
lenanku, minyak dan minumanku. (6) (2-5) Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan
menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia,
sehingga dia tidak dapat menemui jalannya. (7) (2-6) Dia akan mengejar para
kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi
tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali
kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada
sekarang. (8) (2-7) Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya
gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang
dibuat mereka menjadi patung Baal.
Nabi muda itu mendengar bahwa Gomer telah pergi bersama seorang
pria kaya. Hatinya hancur. Dia tetap mengasihi istrinya yang tidak setia itu.
Didalam kemarahannya dia berencana untuk melakukan balas dendam pada dia.
Sumpah serapah keluar dari mulutnya. Namun itu tidak pernah dilaksanakan, karena
kasihnya jauh lebih besar dari kekecewaannya. Melalui kabar
burung, Hosea mendengar bahwa Gomer diusir lelaki kaya itu, dan dengan segera
jatuh kepelukan lelaki lain. Dan kejadian itu berulang sampai akhirnya lelaki
yang bersama dia adalah seorang yang tidak mampu memenugi kebutuhan Gomer. Dia
tidak mampu menyediakan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari hari. Hosea,
dengan diam diam menemui lelaki tersebut, dan memberinya uang untuk keperluan
Gomer. Teman teman Hosea, memberitahu bahwa apa yang dia lakukan adalah
kebodohan. Setiap orang akan berkata bahwa Hosea adalah hamba Tuhan yang bodoh
dan tidak bijak. Tetapi dengan bercucuran air mata, nabi itu tetap mau
menyediakan bagi orang yang sangat dikasihinya.
Pada hari itu dia mendengar bahwa lelaki itu hendak menjual Gomer sebagai budak
di tempat pelelangan. Ketika berdoa, Tuhan bertanya apakah dia masih mengasihi
Gomer. Dengan bercucuran air mata Hosea berkata “ya Tuhan, aku mengasihi
dia walaupun dia begitu menyakitkanku”. “Aku ingin mengambil lagi dia sebagai
istriku, didalam kebenaran. Aku akan menjadikan dia sebagai istri yang setia
untuk selama lamanya. Aku ingin Gomer berbahagia didalam kasih sayangku”. Di
Hosea 3 Tuhan berkata: “Pergilah lagi, cintailah
perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang
Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue
kismis.”
Kemudian dia pergi
membawa seluruh uang dan harta yang bisa dia bawa ketempat pelelangan.
Wanita itu kelihatan begitu lusuh, telanjang, tampak jauh lebih
tua dari umur sebenarnya. Wajah dan tubuhnya kotor, tidak ada sinar di matanya.
Keindahan dan kecantikan yang Hosea lihat ketika pertama kali bertemu, sudah
sirna semua. Penjualan dengan cara lelang dimulai. Dimulai dari 3 syikal perak,
dan naik, naik sampai terakhir ada seorang yang mau membelinya dengan harga 7
shikal perak. Hosea gemetaran melihat apa yang terjadi. Di kantongnya dia
memiliki 15 syikal perak dan satu setengah ukuran jelai. Dia mau wanita itu
kembali. Dia mau menebus dengan segala yang dimilikinya. Dengan tangan gemetar
dia berseru dengan keras, “15 shikal perak, dan satu setengah homer jelai!”
Keadaan menjadi sepi, semua orang melihat Hosea, yang memang mereka kenal
sebagai hamba Tuhan yang setia. Jumlah itu jauh melebihi harga pasaran seorang
budak wanita muda. Apalagi untuk seorang wanita yang tampak lusuh dan lemah
itu.
Gomer kembali menjadi seorang istri dari hamba Tuhan itu.
Menjadi istri yang setia, seorang penolong, dan ibu rumah tangga yang baik
sekali. Dia tidak pernah mengulangi perbuatannya, dan bahkan tidak ada hasrat
sedikitpun untuk bersama laki laki lain. Gomer telah berubah. Dia berubah bukan
karena kemarahan Hosea, tetapi karena kasih yang begitu besar, tidak memandang
akan apa yang sudah dilakukannya. Pengampunan yang luar biasa, yang diakhiri
dengan penebusan pada pelelangan itu. Kebaikan Hosea, telah mengubah hati
Gomer. Kasih seorang suami yang membuat dia bertobat dan berubah hatinya. Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun
engkau kepada pertobatan?
Roma 2:4. Kemurahan
Hosea telah menuntun pada perobatan Gomer.
Hubungan antara Hosea dan Gomer, menggambarkan hubungankasih
antara Tuhan dan Israel yang pada waktu itu suka melakukan perjinahan rohani
dengan menyembah illah2 lain. Tetapi Kasih Hosea, lebih besar daripada
kesalahan Gomer. Kehidupan Israel dan Gomer telah dipulihkan.
Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon
zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan
diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti
pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.Hosea 14:6,7
Kasih yang begitu besar telah membuat Gomer berubah. Kisah cinta
ini, juga menggambarkan kasih Tuhan akan kita. Kita yang sudah dipersatukan
dengan Yesus tidak akan ada yang diijinkan untuk terpisah lagi. Gomer telah
menjadi wanita yang baik. Kita mungkin tidak pernah melakukan hal hal yang
begitu menjijikan seperti Gomer. Mungkin sebagian dari kita pernah. Tetapi
kalau dibandingkan antara kelakuan kita dan kekudusan Tuhan, kita akan tampak
sangat kotor dan menjijikan. Kasih Tuhan jauh lebih besar dari kekotoran kita.
Ketika kita menerima penebusannya, kasihnya, kemurahannya, hal itu akan mengubah
kita dari dalam. Hasrat berdosa kita sirna. Yang ingin kita lakukan hanya
memuji Dia yang begitu murah hati.
Ketika
kita masih merasa dituntut untuk hidup benar oleh hukum, kita akan mengalami
kesulitan dalam menjalani hukum yang berlaku. Dan kita akan justru suka
memandang rendah orang yang kelakuannya lebih buruk dari kita. Tetapi ketika
kita menerima kasih yang jauh melebihi pengertian kita, maka tidak lain kita
hanya bersyukur.
